BKG

YulieNurAzizah, (2007) Respon tanaman gandum (Triticum aestivum L.) terhadap proporsi pemberian urea dan ZA. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman gandum ( Triticum aestivum L.) merupakan salah satu jenis tanaman dataran tinggi yang mulai dikembangkan di Indonesia. Hal tersebut berkaitan bahwa dari biji tanaman gandum dapat diperoleh tepung yaitu tepung terigu. Tingkat permintaan terhadap tepung terigu terus meningkat sejalan dengan makin beragamnya makanan olahan. Sehubungan dengan hal tersebut dan untuk memenuhi tingkat kebutuhan akan tepung terigu di dalam negeri, maka langkah–langkah yang mengarah pada upaya peningkatan hasil produksi tanaman gandum perlu dilakukan dan salah satu bentuk upaya yang dapat didekati adalah melalui kegiatan pemupukan khususnya pupuk N. Tujuan dilaksanakanya penelitian ini ialah 1) Untuk mengetahui respon tanaman gandum terhadap proporsi pemberian pupuk Urea dan ZA, 2) Menentukan jumlah ataupun kombinasi pupuk yang tepat sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman gandum yang paling baik. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa tanaman gandum yang dipupuk 80% Urea dan 20% ZA akan memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Dusun Ngawu, Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian tempat 2138 m dpl, suhu maksimum 18,5º C dan suhu minimum 12º C. Jenis tanah Inseptisol dengan pH 6,2. Percobaan dilaksanakan pada bulan April sampai September 2006. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi meteran, cangkul, sabit, timbangan, kertas kantong, tugal, oven, Leaf Area Meter. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih gandum varietas dewata, pupuk Urea, ZA, SP-36, KCl. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 3 ulangan dan 7 perlakuan yaitu: 1. 100% ZA (350 kg ZA/ha ); 2. 100% Urea (163 kg Urea/ha ); 3. 80% ZA + 20% Urea; 4. 65% ZA + 35% Urea; 5. 50% ZA + 50% Urea; 6. 35% ZA + 65% Urea; 7. 20% ZA + 80% Urea. Pengamatan dilakukan secara destruktif dengan mengambil 2 tanaman contoh untuk setiap perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 35, 50, 65, 80 dan 95 yang meliputi komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Komponen pertumbuhan meliputi: luas daun, bobot kering total tanaman, jumlah anakan dan jumlah anakan produktif sedangkan komponen hasil meliputi: jumlah malai/rumpun, bobot malai/rumpun, bobot kering spikelet/rumpun, bobot kering 1000 butir dan hasil biji ton/ha. Pengamatan penunjang meliputi analisis pertumbuhan tanaman (CGR dan ILD) dan pengamatan visual warna daun. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (uji F) pada taraf 5 %, jika berbeda nyata akan diteruskan dengan uji Duncan pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya aplikasi Urea dan ZA maupun kombinasinya tidak memberikan pengaruh nyata pada komponen pertumbuhan maupun hasilnya. Namun demikian aplikasi 50 % ZA + 50 % Urea pada tanaman gandum memberikan hasil yang relatif stabil daripada kombinasi lainnya. Hal tersebut terlihat dari jumlah malai, bobot malai, bobot kering spikelet, bobot 1000 butir dan hasil per satuan luas lahan yang dihasilkan, yaitu masing – masing 3,08; 10,22 g.tan-1; 9,78 g.tan-1; 52,4 g dan 2 ton.ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2007/050701194
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127377
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item