BKG

AnisahDwiSuryantiAmnur, (2007) Pengaruh dosis dan waktu aplikasi kompos limbah media jamur tiram putih ( Pleurotus florida) pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung ialah bahan makanan pokok kedua setelah padi di Indonesia, sedangkan berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya, sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, misalnya pembuatan brondong, tepung, bahan campuran kopi bubuk, biskuit, bahan baku industri bir, sayuran, bahkan pakan ternak dan pupuk hijau. Upaya untuk menghasilkan produksi tanaman yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara memperbaiki kesuburan tanah menggunakan sumberdaya alami, yaitu dengan memberikan bahan organik ke dalam tanah. Salah satu sumberdaya yang dapat digunakan sebagai bahan organik adalah kompos limbah media jamur kayu. Alasan utama pemberian kompos pada tanah adalah untuk memperbaiki kondisi fisik tanah agar unsur hara dalam tanah mudah dimanfaatkan oleh tanaman untuk menyerap unsur hara yang disediakan pupuk kimia. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat sejalan dengan penambahan dosis limbah media jamur. Namun demikian belum didapatkan dosis anjuran dan waktu aplikasi yang tepat untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendapatkan kombinasi dosis dan waktu aplikasi limbah media jamur tiram putih yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang optimum, (2) Untuk mengetahui dosis limbah media jamur tiram putih yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang optimum, (3) Untuk mengetahui waktu aplikasi yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang optimum. Hipotesis yang diajukan adalah (1) Kombinasi dosis limbah media jamur tiram putih dan waktu aplikasi yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, (2) Dosis limbah media jamur tiram putih yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, (3) Waktu aplikasi limbah media jamur tiram putih yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat ± 303m di atas permukaan laut (dpl) dengan jenis tanah alfisol. Pelaksanaan percobaan mulai bulan Agustus—Desember 2006. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari tiga petak utama dengan empat anak petak. Petak utama adalah waktu aplikasi (m) yang terdiri atas 3 taraf, yaitu: 2 minggu sebelum tanam (m1), Saat tanam (m2) dan 2 minggu setelah tanam (m3). Sedangkan anak petaknya adalah dosis limbah media jamur tiram (d) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu: 0 ton/ha (d0), 7,5 ton/ha (d1), 15 ton/ha (d2) dan 22,5 ton/ha (d3). Perlakaun-perlakuan tersebut ditempatkan pada petak percobaan secara acak dan diulang tiga kali. Pengamatan tanaman dilakukan secara non destruktif, destruktif dan panen. Variabel pengamatan non destruktif terdiri tinggi tanaman dan variabel pengamatan destruktif meliputi bobot kering total tanaman, luas daun dan indeks luas daun (ILD). Sedangkan variabel panen meliputi panjang tongkol terisi biji, diameter tongkol, bobot basah tongkol dengan klobot, bobot basah tongkol tanpa klobot, bobot 100 biji dan bobot biji pipilan kering per hektar. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%, selanjutnya dilakukan uji BNT taraf 5% jika tidak terjadi interaksi antar perlakuan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa interaksi antara dosis dan waktu aplikasi kompos limbah media Pleurotus florida hanya terjadi pada variabel bobot kering total tanaman umur 75 hst dan 90 hst, luas daun umur 90 hst dan indeks luas daun umur 90 hst. Akan tetapi tanaman yang diberi kompos limbah media P. florida secara umum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman yang tanpa diberi kompos, sedangkan waktu aplikasi kompos limbah media P. florida bersamaan tanam jagung secara umum memberikan hasil paling baik pada pertumbuhan tanaman jagung.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2007/050701193
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127376
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item