BKG

LuckyDwirinta, Meka (2017) Pengaruh Pemberian Ekstrak Beras Hitam (Oryza Sativa L.) Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Model Preeklampsia Terhadap Ekspresi Vegf Uterus Dan Kelainan Tulang Fetus Melalui Pewarnaan Alizarin Red. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Preeklampsia merupakan suatu gangguan multisistem idiopatik yang spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (hipertensi), dan ditemukan protein dalam urin (proteinuria) yang timbul pada masa kebuntingan. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan, antimutagenik, hepatoprotektif, antihipertensi dan antihiperglisemik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari antosianin pada beras hitam terhadap ekspresi VEGF dan pewarnaan alizarin red fetus pada tikus model preeklampsia. Hewan coba yang digunakan yaitu tikus putih (Rattus norvegicus) dikawinkan dengan tikus jantan dengan umur 4 bulan dan berat 250-300 gram secara monomoting. Tikus betina bunting diinduksi dengan suramin 70 mg/kg BB untuk membuat tikus model preeklampsia. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakukan, yaitu kelompok kontrol negatif yang tidak diinjeksikan suramin , kontrol positif yang diijeksi suramin namun tidak diberikan terapi antosianin, kelompok tikus model preeklampsia yang diberikan terapi antosianin 12,5, 25, 50 mg/kg BB. Ekspresi VEGF dilihat dengan menggunakan metode imunohistokimia dan untuk mengetahui kelainan tulang menggunakan pewarnaan alizarin red. Data kuantitatif VEGF diuji secara statistika menggunakan uji ANOVA, apabila ada perbedaan ditunjukkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk melihat ada tidaknya perbedaan nyata. Hasil yang didapat pada preparat IHK uterus terhadap ekspresi VEGF menununjukan rataan (K- : 70, 37 ± 6,15, K+: 12,87 ± 2,04, P1: 32,90 ± 8,33, P2: 52,22 ± 8,48, P3: 70,60 ± 4,94). Perkembangan tulang fetus menunjukan K+, P1, P2 menujukan belum terbentuknya tulang metatarsus, metakarpus dan palang, sedangkan K- dan P3 sudah terbentuk metatarsus, metakarpus, palang. Hasil pengukuran panjang tulang vertebra menunjukan rataan (K- : 2,05 ± 0,13, K+:1,12 ± 0,09, P1: 1,42 ± 0,17, P2: 1,62 ± 0,19, P3: 1,90 ± 0,13). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin tinggi pemberian dosis semakin tinggi ekspresi VEGF semakin tinggi dan perbaikan perkembangan tulang.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FKH/2017/61/051703543
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.089 Veterinary medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran Hewan > Kedokteran Hewan
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127309
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item