BKG

Setiawan, VikiAgita (2016) Studi Ekspresi Il - 1 Dan Histopatologi Kulit Tikus (Rattus Norvegicus) Model Diabetes Mellitus Pasca Laparatomi Yang Diterapi Salep Ekstrak Etanol Krokot (Portulacaoleraceae L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penyakit diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin sehingga menyebabkan penyembuhan luka yang lama. Krokot (Portulaca oleracea L) banyak mengandung senyawa aktif diantaranya flavonoid, yang berperan sebagai anti inflamasi yang berfungsi sebagai salah satu faktor kesembuhan luka.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi ekstrak krokot (Portulaca oleraceae) terhadap peningkatan ekspresi IL-1 pada kulit tikus pasca laparotomi yang mengalami diabetes dan histopatologi kulit. Tikus model diabetes di dapatkan dengan cara menginduksi STZ (streptozotocin) melalui IP intraperitonial dengan dosis 20mg/kg BB selama 5 hari, tikus yang digunakan adalah Rattus norvegicus jantan starin wistar dengan dibagi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok terapi, dan dilakukan pemberian salep ekstrak krokot pada kelompok terapi sebanyak 3 kali sehari dengan cara dioleskan. Ekspresi IL-1 di amati dengan menggunakan metode imunohistokimia yang dianalisis dengan software imunorasio dan gambaran histopatologi kulit diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Pengamatan pada kelompok kontrol positif menunjukkan peningkatan ekspresi IL-1 sebesar 0,478±0,050 dengan peningkatan sebesar 939,13% serta kerusakan pada histopatologi kulit berupa sel radang mononuklear dan sedikit serabut kolagen serta banyak sel fibroblas hal ini menunjukan proses pembentukan kolagen belum sempurna akibat inflamasi. Hasil terapi salep ekstrak etanol krokot pada kelompok terapi menunjukkan penurunan ekspresi IL-1 sebesar 0,231±0,027 dengan persentase penurunan sebesar 51,67% dan perbaikan gambaran histopatologi kulit yang ditandai dengan pembentukan serabut kolagen baru, namun belum sempurna yang di tandai serabut kolagen yang masih tipis, selain itu banyak di temukan sel fibroblas dan tidak ada infiltrasi sel radang. Hal ini menunjukan bahwa inflamasi sudah bisa teratasi dan sel fibroblas mampu membentuk kolagen baru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi salep ekstrak etanol krokot mampu menurunkan ekspresi IL-1 serta memperbaiki gambaran histopatologi kulit pasca laparotomi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FKH/2016/79/051610787
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.089 Veterinary medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran Hewan > Kedokteran Hewan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127225
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item