BKG

Wahyudi, Rani (2016) Terapi Ekstrak Etanol Daun Nangka (Artocarpus Heteropyhllus) Terhadap Gambaran Histopatologi Pulau Langerhans Dan Ekspresi Tnf-Α Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Yang Di Induksi Mld (Multiple Low Dos. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah sebagai akibat organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Diabetes Mellitus diketahui dapat terjadi pada hewan terutama anjing dan kucing. Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) diketahui memiliki kandungan bioaktif Quercetin sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi ekstrak etanol daun nangka terhadap gambaran histopatologi pulau langerhans dan ekspresi TNF-α pada tikus yang di induksi MLD-STZ. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar jantan umur 12 minggu dengan berat badan 175-200 gram dibagi menjadi 5 kelompok : K1 (kontrol negatif), K2 (kontrol positif yang diinduksi MLD-STZ selama 5 hari), P1, P2, dan P3 adalah kelompok terapi dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB tikus. Induksi MLD-STZ secara intraperitonial dengan dosis 20 mg/kg BB selama 5 hari. Terapi ekstrak etanol daun nangka dengan cara sonde lambung selama 14 hari. Pengamatan terhadap gambaran histopatologi pulau langerhans dilakukan dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) dan diamatai secara mikroskopis. Pengamatan terhadap ekspresi TNF-α dilakukan dengan metode Imunohistokimia (IHK) dan dianalisis menggunakan uji ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi ekstrak etanol daun nangka (Artocarpus heterophyllus) secara signifikan (P < 0,05) memperbaiki kerusakan sel yang ditandai dengan peningkatan kualitas sel dan perbaikan membran sel pada jaringan pulau langerhans serta menurunkan ekspresi TNF-α paling besar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi ekstrak etanol daun nangka (Artocarpus heterophyllus) memperbaiki gambaran histopatologi pulau langerhans dan menurunkan ekspresi TNF-α pada tikus yang diinduksi MLD-STZ dengan dosis efektif terapi sebesar 200 mg/kg BB tikus.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FKH/2016/17/051602839
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.089 Veterinary medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran Hewan > Kedokteran Hewan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127157
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item