BKG

Julianto, Andri (2015) Terapi Preventif Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica Less) Terhadap Kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) dan Gambaran Histopatologi Ginjal pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Induksi Plumbum (Pb). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Plumbum (Pb) merupakan logam berat yang apabila masuk ke dalam tubuh akan menjadi sumber radikal bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan peningkatan jumlah radikal bebas dalam tubuh. Ketidakseimbangan jumlah radikal bebas dengan antioksidan dalam tubuh memicu terjadinya stres oksidatif yang dapat merusak sel organ-organ dalam tubuh seperti ginjal. Blood Urea Nitrogen (BUN) merupakan indikator untuk mengetahui terjadinya gangguan pada ginjal. Induksi Plumbum (Pb) memicu terjadinya peningkatan kadar BUN. Ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica Less) mengandung antioksidan berupa senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun beluntas terhadap kadar BUN dan gambaran histopatologi ginjal tikus putih yang diinduksi Plumbum (Pb). Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan strain Wistar usia 8-10 minggu dengan berat badan rata-rata 150 gram. Tikus dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok 1 sebagai tikus kontrol negatif, kelompok 2 sebagai tikus kontrol positif yang diinduksi Plumbum (Pb) 10 mg/ekor/hari, kelompok 3, 4, 5 diberikan ekstrak etanol daun beluntas 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 600 mg/kg BB serta induksi Plumbum (Pb) 10 mg/ekor/hari. Pengukuran kadar BUN dilakukan dengan metode spektrofotometri dan dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey, gambaran histopatologi ginjal dilakukan dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) serta diamati secara deskriptif menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun beluntas secara signifikan mempengaruhi penurunan kadar BUN dan dapat mencegah kerusakan histopatologi ginjal. Berdasarkan analisa statistik dengan α=0,05, dosis ekstrak etanol daun beluntas terbaik untuk menurunkan kadar BUN adalah 600 mg/kg BB (18,07 ± 0.30). Kesimpulan dari penelitian, ekstrak etanol daun beluntas dapat menurunkan kadar BUN dan dapat mencegah kerusakan histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) induksi Plumbum (Pb).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FKH/2015/54/051509401
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.089 Veterinary medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran Hewan > Kedokteran Hewan
Depositing User: Indah Nurul Afifah
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127061
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item