BKG

Pratama, Awangyoga (2013) Gambaran Histopatologi Dan Jumlah Mikroflora Jejunum Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Terpapar Indometasin Dan Mendapat Suplementasi Bakteri Asam Laktat (BAL). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Inflamasi pada saluran pencernaan atau khususnya organ jejunum dapat disebabkan oleh bakteri patogen dan efek penggunaan obat-obatan khususnya golongan Non Steroidal Anti Inflamatory Drugs (NSAIDs) seperti indometasin. Suplementasi BAL menjadi pengobatan alternatif untuk mengobati inflamasi pada saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran histopatologi dan jumlah mikroflora pada jejenum tikus (Rattus norvegicus). Tikus dibagi menjadi 5 perlakuan, yaitu kontrol, indometasin, suplementasi BAL, preventif, dan kuratif. Hasil pengamatan histopatologi pada organ jejunum menunjukkan tikus yang mendapat perlakuan suplementasi BAL dan preventif tidak mengalami kerusakan vili dan tidak terjadi deskuamasi epitel. Pada kelompok yang mendapat perlakuan induksi indometasin dan kuratif, dimana pada kelompok tersebut terjadi kerusakan epitel pada vili dan deskuamasi epitel. Hasil perhitungan jumlah mikroflora pada organ jejunum menunjukkan peningkatan jumlah pada kelompok yang mendapat suplementasi BAL menjadi 2,03x106 CFU/ml (BAL) dan 3,65x106 CFU/ml (enterobacter) dibandingkan yang diinduksi indometasin 1,63x106 CFU/ml (BAL) dan 1,95x106 CFU/ml. Suplementasi BAL yang diberikan dapat memperbaiki struktur vili jejunum tikus dan meningkatkan jumlah mikroflora pada jejunum tikus yang mendapat induksi indometasin.

English Abstract

Inflammation in gastrointestinal tract (GIT) especially jejunum is caused by bacterial pathogens and the use of drugs NSAID such as indomethacin. This study aims to observe the histopathology and total count of microflora in rat jejunum. Rats were divided into 5 grups, i.e. control, indomethacin, LAB supplementation, preventive, and curative. Jejunum histophatological observation showed that there were a damage of epithelial villi and didn’t have desquamation. It showed that there were differences with the indomethacin and curative group which showed the epithelial damaging and desquamation. Becides, the LAB supplementation LAB yielded the rat jejunum microflora to be 2.03 x106 CFU / ml of LAB and 3.65 x106 CFU / ml of enterobacter higher than indomethacin group were 1.63 x106 CFU / ml of LAB and 1, 95x10 CFU / ml of enterobacter. LAB supplementation could fix the structure of villi in the rat jejunum and increase total count microflora in rat jejunum that had inductions indomethacin.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FKH/2013/11/051307310
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.089 Veterinary medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran Hewan > Kedokteran Hewan
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/126861
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item