BKG

Pramudyo, Deo Rizky (2018) Dinamika Total Organic Matter (Tom) Pada Kegiatan Pembesaran Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Di Upbat Punten Kota Batu, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kegiatan budidaya ikan akan menimbulkan limbah organik yang dapat menurunkan kualitas perairan disekitarnya, jika air limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu. Secara umum seluruh kegiatan budidaya ikan berpotensi untuk meningkatkan kadar bahan organik di perairan salah satunya adalah kegiatan pembesaran ikan mas (Cyprinus carpio) yang dilaksanakan di UPBAT Punten, kota Batu yang berasal dari sisa pakan dan feses ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika bahan organik total pada hasil kegiatan pembesaran ikan mas di UPBAT Punten. Penelitian ini dilakukan dalam metode survei, penjelasan deskriptif dan analisa regresi. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 titik yaitu stasiun 1 (inlet), stasiun 2 (kolam pengendapan), stasiun 3 (saluran setelah kolam pengendapan), stasiun 4 (kolam pembesaran ikan mas) dan stasiun 5 (outlet). Kadar bahan organik total tiap setiap stasiun sebesar 31,49 ± 10,58 mg/l pada stasiun 1, 48,45 ± 17,06 mg/l pada stasiun 2, 59,09 ± 9,92 mg/l pada stasiun 3, 68,09 ± 4,32 mg/l pada stasiun 4 dan 85,95 ± 5,66 mg/l pada stasiun 5. Kadar bahan organik total meningkat mulai dari stasiun 1 menuju ke stasiun 5. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kegiatan budidaya ikan mas yang menyumbang bahan organik melalui sisa pakan dan feses ikan. Hal ini dibuktikan dengan tingginya nilai regresi pengaruh amoniak dan bahan organik total dengan nilai R-square 0,93 yang dapat diinterpretasikan bahwa pengaruh bahan organik terhadap nilai amoniak sebesar 93%. Peningkatan bahan organik pada outlet meningkat sebesar 172,94% yang mulanya dari inlet sebesar 31,49 ± 10,58 mg/l menjadi 85,95 ± 5,66 mg/l di saluran outlet. Peningkatan bahan organik disebabkan karena air sisa kegiatan pembesaran ikan mas dialirkan secara langsung ke saluran outlet tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Kadar bahan organik pada perairan secara umum sekitar 26-60 mg/l agar tidak mencemari ingkungan. Dengan demikian nilai bahan organik pada penelitian ini telah melebihi ambang batas aman untuk bahan organik di perairan. Hasil pengukuran parameter kualitas air yang lain seperti suhu berkisar antara 25oC–30oC, pH berkisar antara 6,3-7,5, oksigen terlarut (DO) berkisar antara 6,07 mg/l-8,98 mg/l dan amonia berkisar antara 0,04 mg/l – 0,58 mg/l. Parameter kualitas air (suhu, pH, DO dan amonia) mendukung untuk kegiatan budidaya ikan mas. Sedangkan, untuk perairan umum kadar amonia dari air sisa buangan budidaya ikan mas telah melebihi ambang batas yaitu sebesar <0,5 mg/L, yang dapat mempengaruhi nilai bahan organik total di perairan. Terlebih lagi pengaruh tingginya nilai amonia dapat mempengaruhi tingginya nilai bahan organik total di perairan. Dengan bertambahnya kadar bahan organik total (TOM) terutama pada outlet, maka disarankan untuk adanya pengolahan air buangan sisa budidaya ikan mas terlebih dahulu sebelum air sisa tersebut dikeluarkan ke perairan umum.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/256/051804635
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12467
Text
Deo Rizky Pramudyo.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item