BKG

Kamaliyah, Siti Nurul and Wahjuningsih, Sri and Natsir, M. Halim (2004) Introduksi Teknologi Pemanfaatan Konden Tannin Bubuk Sebagai Pemacu Produktifitas Usaha Peternakan Sapi Perah Rakyat di Wilayah KUD "Sumber Makmur" Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Project Report. Fakultas Peternakan - Universitas Brawijaya, Malang. (Unpublished)

Indonesian Abstract

Wilayah kecamatan Ngantang kabupaten Malang merupakan daerah pegunungan dan merupakan salah satu daerah sentra peternakan sapi perah, dimana hampir semua rumah tangga mempunyai usaha ternak sapi perah baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan dari usaha taninya. Masalah penyediaan pakan ternak khususnya pakan hijauan secara kontinyu baik kuantitatif maupun kualitatif merupakan masalah serius di wilayah ini. Sehingga untuk memperoleh ransum seimbang sesuai dengan kebutuhan gizi ternak sapi perah, pakan tambahan berupa konsentrat produksi KUD Sumber Makmur, sudah umum dipraktekkan oleh peternak "Sumber Makmur". Permasalahannya konsentrat sebagai pakan tambahan mempunyai kualitas yang rendah khususnya ditinjau dari kandungan RDP (protein yang mudah terdegradasi di dalam rumen)nya. Padahal pasokan protein untuk diubah menjadi asam amino sangat diperlukan untuk sintesis susu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khalayak sasaran dalam hal ini peternak sapi perah di wilayah KUD "Sumber Makmur" Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dalam memanfaatkan konden tannin dalam bentuk bubuk yang berasal dari serbuk ekstrak mimosa guna meningkatkan kualitas konsentrat sapi perah. Sedangkan manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk membantu peternak sapi perah (Khalayak sasaran) dalam hal meningkatkan kualitas pakan, meningkatkan produksi susu sapi perah yang mereka pelihara, dan pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan. Berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasi telah dibuat kerangka pemecahan masalah diantaranya yaitu pembuatan bubuk konden tannin dari tanaman kaya tannin, pencampuran bubuk konden tannin dengan konsentrat serta cara penyajian konsentrat berbasis konden tannin ke ternak. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan adalah meliputi a) Penyuluhan b). Peragaan dan Praktek c). Pembuatan demo plot dan d). Analisa Usaha. Pada kegiatan ini telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan, peragaan, praktek maupun aplikasinya ditingkat demoplot. Kegiatan penyuluhan dan peragaan telah dilaksanakan di Pendapa dukuh Ngramban desa Banturejo yang diikuti baik peternak maupun staf dan pengurus KUD. Ditingkat demoplot telah dilaksanakan di salah satu peternak inovatif yang berlokasi strategis dan bersedia menularkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh kepada peternak lain. Respon peternak terhadap kegiatan ini cukup baik. Khusus untuk peternak demoplot, sebelum teknologi konsentrat berbasis konden tannin diperkenalkan, konsentrat yang diberikan ke ternak adalah konsentrat produksi KUD Sumber Makmur sebanyak 8 kg/ekor/hari dan kadang-kadang masih dicampur dengan gamblong basah sebanyak 6 kg/ekor/hari. Produksi susu rata-rata adalah 34 liter per hari per farm. Evaluasi terhadap teknologi yang ditawarkan menunjukkan bahwa suplementasi konden tannin dapat meningkatkan kualitas konsentrat. Dengan menggunakan proporsi sebesar 50 gram bubuk konden tannin per 10 kg konsentrat akan diperoleh kandungan konden tannin sebesar 0,5% dan ini telah sesuai dengan rekomendasi hasil penelitian. Dari hasil monitoring di tingkat demoplot, penggunaan konsentrat berbasi konden tannin dapat meningkatkan produksi susu. Dari perhitungan ekonomi dengan penerapan teknologi ini keuntungan peternak dapat ditingkatkan melalui sisi peningkatan produksi susu walaupun biaya produksi meningkat. Hal ini memberikan petunjuk bahwa ransum sapi perah berbasis konsentrat yang mengandung konden tannin dapat meningkatkan pendapataan peternak. Bebarapa faktor yang mengindikasikan dapat mendorong tercapainya tujuan kegiatan ini adalah: kesadaran peternak akan pentingnya usaha beternak sapi perah bagi kehidupannya, aspek ekonomis yaitu adanya kenaikan pendapatan setelah adopsi teknologi ini, dan keberadaan koperasi yang selalu menjembatani kegiatan-kegiatan ini. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan bahan baku konden tannin yang disamping harganya relative mahal juga harus diperoleh di kota (toko kimia). Kegiatan pengabdian ini telah berlangsung dengan lancar dan diterima dengan cukup antusias di kalangan khalayak sasaran. Hal ini mengindikasikan bahwa materi kegiatan yang ditawarkan bisa diadopsi oleh khalayak sasaran.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Monograph (Project Report)
Identification Number: PEN/636.214 2/KAM/i/2004/021000226
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11980
Text
021000226.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item