BKG

Nabrowi, Imron Bima (2018) Potensi Perempuan Dalam Pengelolaan Energi Rumah Tangga Di Kawasan Ub Forest (Studi Kasus Di Dusun Tumpangrejo Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang berada dikawasan hutan UB Forest. Masyarakatnya masih memilih kayu bakar sebagai bahan bakar utama dalam rumah tangga. Banyak dari masyarakatnya yang sampai saat ini masih banyak yang menggunakan kayu bakar untuk pemenuhan energi rumah tangga. Sehingga banyak dari masyarakatnya yang mencari kayu bakar disekitar tegalan dan kawasan hutan UB Forest. Banyak lelaki dan perempuan yang setiap harinya mengumpulkan kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga disekitar rumah warga banyak ditemui tumpukan-tumpukan kayu bakar kering yang sengaja disimpan untuk cadangan kayu bakar. Tujuan penelitian ini yaitu : a) Mendeskripsikan aktivitas perempuan dalam pencarian kayu bakar dan penggunaannya bagi pemenuhan energi rumah tangga, b) Mendeskripsikan kontribusi UB Forest dalam penyediaan kayu bakar bagi kebutuhan bahan bakar tumah tangga, dan c) Mendeskripsikan persepsi perempuan tentang kayu bakar sebagai bahan bakar rumah tangga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Dusun Tumpangrejo Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, pada Januari-Februari 2018. Teknik penentuan informan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik snowball sampling. Key Informan dipilih berdasarkan orang yang memiliki pengaruh kuat di Dusun Tumpangrejo sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah peran produktif perempuan menjadi tani, buruh tani, dan pedagang. Peran reproduktif merawat keluarga, memasak makanan, membersihkan rumah, mengambil air, merawat anak, dan mencari kayu bakar. Peran sosial kemasyarakatan, pengajian rutin, arisan PKK, kegiatan pemberdayaan. Sedangkan laki-laki bekerja sebagai petani kopi di hutan UB Forest, mencari rumput untuk pakan sapi, buruh tani, bekerja sebagai kuli bangunan, dan juga sebagai pemotong kayu. Pencarian kayu bakar dilakukan oleh istri (sendiri), suami (sendiri), suami dan istri (bersama), serta istri (perempuan) dan cucu. Lokasi mencari kayu bakar di UB Forest dan tegalan. Cara pengangkutan kayu bakar dengan menggunakan motor dan di sowon/sunggi. Proses pengeringan kayu bakar dilakukan oleh laki-laki atau suami. Sekali mencari kayu bakar, yang dilakukan oleh perempuan sebanyak satu bentel dengan berat rata-rata 10-20 Kg. Penyimpanan kayu bakar dilakukan dengan cara disimpan di samping kanan, kiri, depan, belakang rumah dengan menumpuk kayu bakar dan menyimpan kayu di dalam rumah yaitu dengan diletakkan di atas tungku. Pola penggunaan energi rumah tangga sebesar 75% menggunakan kayu bakar dan 25% menggunakan gas LPG. Kegiatan yang menggunakan gas LPG seperti untuk memasak air untuk tamu, masak sayur, masak lauk, masak mie instan. Kegiatan yang menggunakan kayu bakar adalah memasak air untuk ii diberikan kepada sapi, menyangrai kopi, menanak nasi, memasak air untuk minum, dan api-api. Penggunaan kayu bakar oleh masyarakat Dusun Tumpangrejo adalah sebanyak 3-5 Kg/kapita/hari. Jenis kayu yang banyak digunakan adalah Mahoni dan basia/sengon. Jenis tungku yang digunakan adalah pawon/pawonan dan kluwengan (tungku batu bara). Kontribusi pemasukan kayu bakar yang berasal dari hutan UB Forest sebesar 60% dan 40% di dapatkan dari tegalan. Persepsi perempuan tentang fungsi hutan adalah sebagai tempat untuk menanam dan mencegah bencana alam. Tingkat pengetahuan fungsi hutan masih rendah hanya sebatas mengetahui fungsi teknis dan ekologis saja. Mereka mengetahui bahwa menjaga kelestarian hutan itu sangat penting sehingga harus dijaga dan dilindungi untuk keberlanjutan kehidupan mereka. Persepsi perempuan tentang manfaat hutan adalah untuk ditanami tanaman saja. Bentuk pengelolaan lingkungan oleh perempuan Dusun Tumpangrejo sudah besar. Persepsi perempuan tentang kayu bakar sangat positif, yakni mengetahui fungsi kayu bakar sebagai bahan bakar dan juga sebagai alternatif energi untuk pengganti LPG. Memahami manfaat kayu bakar sebagai bentuk penghematan dalam kegiatan memasak rumah tangga jika dibandingkan dengan menggunakan gas LPG. Mereka juga memahami dengan menanam kayu-kayuan dapat memberikan cadangan kayu bakar dan juga akan mendapatkan manfaat ekologis untuk mencegah bencana. Saran dalam penelitian ini adalah mendorong pemakaian tungku yang hemat energi sehingga masyarakat Dusun Tumpangrejo dapat menghemat penggunaan kayu bakar sehingga penggunaan kayu bakar untuk kegiatan sehari-hari dapat efisien, mendorong penanaman tanaman berkayu di tegalan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bahan bangunan dan bisa dijadikan sebagai cadangan kayu bakar yang lebih dekat dengan rumah, diadakannya penyuluhan tentang pemanfaatan kayu bakar sebagai bahan bakar yang efisien yakni dengan memberikan pelatihan pembuatan pelet kayu (wood pellet) dan disarankan pemerintah perlu meningkatkan akses penyediaan energy biomassa khususnya kayu bakar kepada masyarakat sekitar hutan baik untuk konsumsi maupun sebagai sumber penghasilan, membuat aturan yang mendorong peran masyarakat dan swasta untuk mengelola kayu bakar dan arang mengintegrassikan pengembangan kayu bakar dalam kegiatan PHBM dan program rehabilitasi lainnya serta mendorong penetapan kebijakan daerah.

English Abstract

Tumpangrejo Village, Ngenep Village, Karangploso Sub-district, Malang Regency is in UB Forest area. People still choose firewood as the main fuel in the household. Many of the people who are still many who use firewood for the fulfillment of household energy. So many of its people are looking for firewood around the moor and forest areas of UB Forest. Many men and women daily collect firewood for household needs, so that around the houses there are many piles of dried wood that are stored for fuel wood reserves. The aims of this research are: a) To describe the activity of women in search of firewood and its use for household energy fulfillment, b) Describe the contribution of UB Forest in the contribution of firewood for household fuel needs, and c) To describe women's perception about firewood as material burn household. The type of this research is descriptive qualitative. Location of research in Tumpangrejo Village Ngenep Village Karangploso Sub-district Malang Regency, in January-February 2018. Determination of informants in this study is to use the technique of snowball sampling. Key Informants are selected based on people who have strong influence in Tumpangrejo Village so as to provide information needed in research. The result of this research is the productive role of women to be farmers, farm laborers, and traders. The reproductive role of caring for the family, cooking food, cleaning the house, taking water, taking care of the child, and looking for firewood. Social social role, routine recitation, social gathering of PKK, empowerment activities. While men work as coffee farmers in UB Forest, looking for grass for cattle feed, farm laborers, working as construction laborers, and also as a wood cutter. The search for firewood is done by the wife (own), husband (own), husband and wife (together), and wife (women) and grandchildren. Locations looking for firewood at UB Forest and moor. How to transport firewood using motor and in sowon/sunggi. The process of drying firewood is done by male or husband. Once looking for firewood, which is done by women as much as one bentel with an average weight of 10-20 kg. Storage of firewood is done by storing on the right side, left, front, back of the house by stacking firewood and storing wood in the house that is placed on the stove. The pattern of household energy usage is 75% using firewood and 25% using LPG gas. Activities that use LPG gas such as to cook water for guests, cook vegetables, cook the side dishes, cook instant noodles. Activities that use firewood are cooking water for cows, roasting coffee, cooking rice, cooking water for drinking, and fires. The use of firewood by Tumpangrejo people is 3-5 kg/capita/day. Types of wood that is widely used is Mahogany and basia/sengon. The type of furnace used is pawon/pawonan and kluwengan (coal furnace). Contribution of fuel wood coming from forest of UB Forest is 60% and the rest is 40% obtained from moor. Women's perception of the function of the forest is as a place to plant and prevent natural disasters. The level of knowledge of iv forest functions is still low only to know the technical and ecological functions only. They know that preserving the forest is so important that it must be preserved and protected for the sustainability of their lives. Women's perceptions of the benefits of forests are for planting crops only. The form of environmental management by women of Tumpangrejo Village is already big. Women's perception of firewood is very positive, namely to know the function of firewood as fuel and also as an alternative energy to substitute LPG. Understand the benefits of firewood as a form of savings in household cooking activities when compared to using LPG gas. They also understand that planting timber can provide a backup of firewood and will also benefit ecologically to prevent disasters. The suggestion in this research is to encourage the use of energy-efficient stoves so that the people of Tumpangrejo Village can save the use of firewood so that the use of firewood for daily activities can be efficient, encouraging the planting of woody plants in the moorings that can be utilized by the community for building materials and can be used as timber stocks that are closer to home, held it counseling about utilization wood burn as ingredients fuel efficient ie with give training manufacture pellets wood (wood pellet) and suggest government need improve access provision energy biomass especially wood burn to community around Forest good for consumption as well as source income, make rules that encourage role community and private for manage wood burn and charcoal integrate development wood burn in PHBM activities and rehabilitation programs others and push determination Policy area.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/260/051804297
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 662 Explosives of explosives, fuels, related products > 662.6 Fuels
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11742
Text
BAGIAN DEPAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
2. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
3. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
4. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
5. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
6. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item