BKG

Manurung, Hendrick Aristar (2018) Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Jagung Di Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban : Menggunakan Pendekatan Stochastik Frontier Analysis (Sfa). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kabupaten Tuban merupakan kabupaten yang menjadi kontribusi terbesar terhadap produksi jagung yang ada di Jawa Timur. Pada tahun 2015 Kabupaten Tuban memberikan kontribusi sebesar 8,07% dari total produksi jagung yang ada di Jawa Timur. Total produksi Kabupaten Tuban adalah sebesar 506.966 ton dari total produksi jagung yang ada di Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 6.278.264 ton (BPS Jawa Timur, 2016). Kecamatan Montong Merupakan daerah penghasil jagung terbesar dari total 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Kecamatan Montong memberikan kontribusi sebesar 13,2% terhadap produksi jagung yang ada di Kabuapten Tuban. Total produksi jagung kecamatan Montong pada tahun 2015 adalah sebesar 67.126 ton dari total 506.966 ton produksi jagung yang ada di Kabupaten tuban tahun 2015. Berdasarkan data BPS Tuban (2016), Desa Maindu merupakan desa yang mayoritasnya penduduknya adalah petani jagung, dari total 3955 penduduk yang ada di Desa Maindu, tercatat ada 2219 orang yang menjadi petani. Salah satu komoditas dominan yang ditanam petani yang ada di Desa Maindu adalah Jagung dengan produktivitas sebesar 52,1 kw/ha. Sebagai seorang petani yang melakukan usahatani jagung di salah satu daerah sentra penghasil jagung, tentunya memiliki masalah utama yang berhubungan dengan pengalokasian faktor-faktor produksi. Kebiasaan dalam bertani mengakibatkan penggunaan faktor-faktor produksi menjadi tidak efisien. Untuk itu dalam penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui sejauh mana faktor produksi benih, pupuk kimia, pupuk organik, herbisida, dan tenaga kerja dalam mempengaruhi produksi jagung. 2. Mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani jagung yang ada di Desa Maindu. 3. Selanjutnya adalah untuk mengetahui faktor sosial ekonomi umur, tingkat pendidikan (dummy), luas lahan (dummy), dan jumlah tanggungan keluarga ii (dummy) yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani jagung yang ada di daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Penentuan sampel ditentukan dengan menggunakan metode slovin. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 63 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah model fungsi produksi Cobb-Douglas stochastic frontier. Hasil dari tujuan pertama yaitu diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jagung yang ada di daerah penelitian secara nyata adalah faktor benih, pupuk kimia dan tenaga kerja. Hasil tujuan kedua yaitu tingkat efisiensi teknis yang ada di daerah penelitian diperoleh nilai rata-ratanya adalah sebesar 0,77 atau sebesar 77%. Hasil tujuan ketiga yaitu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani jagung yang ada di daerah penelitian adalah tingkat pendidikan, dan juga luas lahan. Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, saran yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Upaya untuk meningkatkan produksi jagung di daerah penelitian dapat dilakukan dengan menambah penggunaan benih, pupuk kimia, dan juga tenaga kerja yang tentunya harus disesuaikan dengan penambahan luas lahan yang sesuai. 2. Sebanyak 47,6% petani yang menjadi sampel dalam penelitian ini memiliki nilai efisiensi teknis yang berada di bawah 0,8. Nilai efisiensi teknis ini masih dapat ditingkatkan lagi dengan mengoptimalkan penggunaan faktor produksi yang sesuai anjuran. Hal ini juga dapat dilakukan petani dengan cara meningkatkan tingkat pendidikannya, namun karena sudah tidak mungkin lagi bagi para petani untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan, maka kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengikuti pendidikan informal, baik melalui seminar, pelatihan, diskusi kelompok, dan lain sebagainya yang mampu memberikan ilmu baru bagi petani untuk dapat meningkatkan efisiensi teknis dan usahatani jagung yang dilakukannya..

English Abstract

Tuban Regency is the biggest contributor of maize production in East Java. In 2015, Tuban Regency contributes 8.07% of the total maize production in East Java. The total production of Tuban Regency is 506,966 tons from total maize production in East Java which is 6,278,264 tons (BPS East Java, 2016). Montong Subdistrict is the largest maize producer area from a total of 20 subdistricts in Tuban Regency. Sub Montong contributes 13.2% to maize production in Tuban Regency. The total production of maize in Montong subdistrict by 2015 is 67,126 tons from the total 506,966 tons of maize production in Tuban Regency in 2015. Based on data from BPS Tuban (2016), Maindu Village is a village whose majority of the population are maize farmers, from 3955 residents in Maindu Village, there were 2219 people who became farmers. One of the dominant commodities planted by farmers in Maindu Village is maize with 52.1 kw / ha productivity. As a farmer doing maize farming in one of the maize producing regions, certainly has a major problem related to the allocation of factors of production. Farmers’ habit in farming makes result in inefficiency in the use of production factors. For that purpose, this research aims to know : 1. Which factors of seed production, chemical fertilizer, organic fertilizer, herbicide, and labor in influencing maize production. 2. Knowing the technical efficiency level of maize farming in Maindu Village. 3. To know the social factors of age, education level (dummy), land area (dummy), and the number of the family (dummy) that affect the technical efficiency of maize farming in the research area. This research was placed at Maindu Village, Montong District, Tuban Regency. The determination of the sample was determined using the slovin method. The number of samples was 63 people. The method of analysis used in this research is Cobb-Douglas stochastic frontier production function model. The result of the first objective is known that the factors that influence the maize farming in the research area are seeds, chemical fertilizer and labor. The iv second objective result is the level of technical efficiency in the research area obtained the average value is 0.77 or 77%. The third objective result is the social factor that influence technical efficiency of maize farming that exist in research area are education level, and also land area. Based on the results and conclusions in this research, some suggestions are : 1. Efforts to increase maize production in the research area can be done by adding the use of seeds, chemical fertilizers, and also labor which must be adjusted with the addition of appropriate land area . 2. A total of 47.6% of the farmers sampled in this study had a technical efficiency score below 0.8. The value of this technical efficiency can still be improved by optimizing the use of production factors as recommended. This is also can be done by farmers by increasing the level of education but, it is no longer possible for farmers to continue to the level of education, this activity can be done by following informal education, either through seminars, trainings, group discussions, that can give good informations for farmers to be able to improve technical efficiency and corn farming it does.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/272/051804309
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture > 338.17 Products > 338.173 15 Products (Corn)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11694
Text
Hendrick Aristar Manurung.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item