BKG

Asmarayuda, Ilham Fikri (2017) Hubungan Integrasi Pasar Terhadap Efisiensi Pemasaran Bawang Merah (Allium Cepa L.) (Kasus Di Kecamatan Dringu Dan Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kabupaten probolinggo sebagai salah satu sentra penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur setelah Nganjuk terus mengalami peningkatan produksi. Namun kebutuhan konsumen yang terus meningkat menyebabkan harga bawang merah yang terus mengalami fluktuasi di pasar. Tercatat pada tahun 2015 tepatnya pada bulan November harga bawang merah Rp. 15.320/kg, namun mengalami peningkatan yang sangat tinggi di tahun 2016 yaitu pada bulan April bawang merah bisa mencapai hingga Rp. 36.695/kg. Hal ini menunjukan bahwa fluktuasi bawang merah terus terjadi di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Probolinggo. Perkembangan dan pertumbuhan usaha pertanian saat ini termasuk bawang merah masih perlu ditingkatkan karena potensinya yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Usaha bawang merah merupakan suatu lembaga ekonomi, maka harus dapat menerapkan bisnis dan manajemen dengan baik dalam pengelolaannya agar berhasil dalam usahanya. Kebijakan pemasaran menjadi salah satu unsur paling penting karena pemasaran merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan dan kemajuan suatu usaha. Saluran distribusi merupakan media sangan baik untuk menyebarluaskan produk, sehingga dapat mencapai pasar yang efektif dan efisien. Pada strategi pemasaran bawang merah ini diharapkan sistem pemasaran yang efisien, yang mana sistem pemasaran yang efisien akan membuat keuntungan bagi produsen maupun konsumen. Maksud dari sistem pemasaran yang efisien adalah pedagang menjual hasil-hasil pertanian kepada konsumen dengan harga serendah mungkin dan berlaku adil kepada konsumen, adil dalam arti pengorbanan yang dikeluarkan harus setara dengan keuntungan yang diterima, missal dengan harga yang dibayar konsumen untuk membeli bawang merah, konsumen berhak untuk mendapatkan bawang merah dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan oleh konsumen. Tingkat kepercayaan korelasi tersebut adalah 99% dengan α = 0,01 (1%). Dari tabel diatas diperoleh korelasi pearson sebesar 0,818, artinya terdapat hubungan antara integrasi pasar yang menggunakan VECM (Vector Error Correction Model) dengan efisiensi pemasaran yang menggunakan margin pemasaran. Hubungan korelasi antara integrasi pasar dan efisiensi pemasaran antara Kecamatan Dringu dan Kecamatan Leces adalah sangat kuat yang ditunjukkan dengan nilai korelasi mendekati 1. Tanda positif menunjukkan bahwa korelasi yang terjadi antara integrasi pasar dengan efisiensi pemasaran di Kecamatan Dringu dan Kecamatan Leces adalah hubungan yang berbanding lurus artinya semakin suatu pasar terintegrasi dalam jangka panjang, maka semakin efisien pemasaran bawang merah di Kabupaten Probolinggo.

English Abstract

Probolinggo regency as one of the largest onion producing centers in East Java after Nganjuk continue to increase production. But the increasing consumer demand causes the onion price to continue fluctuating in the market. Recorded in 2015 precisely in November the price of onion Rp. 15.320 / kg, but experienced a very high increase in the year 2016 in April the onion can reach up to Rp. 36.695 / kg. This shows that onion fluctuations continue to occur in various regions, especially in Probolinggo regency. The development and growth of current agricultural enterprises including onion still need to be improved because of its enormous potential in improving people's welfare. Onion business is an economic institution, it must be able to apply business and management well in the management to succeed in his business. Marketing policy becomes one of the most important elements because marketing is the spearhead that determines the success and progress of a business. Distribution channels are good media to disseminate products, so as to achieve an effective and efficient market. On the onion marketing strategy is expected an efficient marketing system, which efficient marketing system will make a profit for producers and consumers. The purpose of an efficient marketing system is that the merchant sells the agricultural produce to the consumer at the lowest possible price and fair to the consumer, fair in the sense that the sacrifice must be equal to the profit received, for example the price paid by consumers to buy shallots, the consumer right to get red onion with quality and quantity expected by consumer. The correlation confidence level is 99% with α = 0.01 (1%). From the above table, the correlation of Pearson is 0.818, meaning that there is a relationship between market integration using VECM (Vector Error Correction Model) with marketing efficiency using marketing margin. The correlation relationship between market integration and marketing efficiency between District Dringu and Kecamatan Leces is very strong which is indicated by correlation value close to 1. The positive sign indicates that the correlation between market integration and marketing efficiency in Kecamatan Dringu and Kecamatan Leces is a relationship that is directly proportional to the more an integrated market in the long term, the more efficient the marketing of shallots in Probolinggo regency.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/1057/051803192
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 381 Commerce (Trade) > 381.4 Specific products and services > 381.41 Product of agriculture > 381.415 25 Specific products (Onions)
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11528
Text
Ilham Fikri Asmarayuda.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item