BKG

Ariyanti, Rhisma Tri (2018) Eksistensi Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pesisir Juwana, Kabupaten Pati Jawa Tengah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sumberdaya alam di negara Indonesia 80 % berasal dari laut, sebagai mana negara tropis yang kaya akan sumberdaya hayati laut, yang dinyatakan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Sumberdaya lautan lebih dari 8.000 jenis spesies didunia dan 2000 jenisnya ada di Indonesia. Nelayan merupakan tataran realitas masyarakat yang telah terbentuk golongan berdasarkan struktur sosial yang ada di wilayah pesisir. Wilayah pesisir merupakan wilayah terluar dari daratan. Pada wilayah ini biasanya masyarakat pesisir memiliki sudut pandang yang berbeda dengan masyarakat yang hidup di kota. Orang pesisir memiliki budaya yang unik. Budaya adalah suatu konsep dalam tatanan masyarakat yang dapat merubah pola didalam masyarakat. Budaya ini diturunkan ke generasi ke generasi dengan tujuan untuk memperkenalkan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat masa lalunya melalui kebudayaan yang diturunkan. Kebudayaan di Indonesia beragam macam bentuk. Pada umumnya budaya di Indonesia didominasi oleh budaya masyarakat pesisir. Budaya masyarakat pesisir bisa mendominasi karena tempat dan wilayah di Indonesia lebih besar pada wilayah pesisir pantai. Budaya bahari merupakan suatu budaya tradisi masyarakat pesisir sebagai wujud rasa syukur atas kelimpahan rahmat yang diberikan oleh Sang Pencipta. Sedekah laut biasa dilaksanakan pada satu minggu setelah perayaan lebaran. Perayaan ini akan melibatkan beberapa golongan pada masyarakat antara lain; sarekat Desa terkait, masyarakat umum, pemerintah dan pemilik kapal yang berlabunh di Kecamatan Juwana. Mayoritas Masyarakat Juwana bermata pencaharian sebagai Nelayan. Nelayan di Juwana sebagian besar akan melakukan upacara sedekah laut sebagai bentuk perayaan tahunan. Keeksistensian suatu budaya didalam masyarakat dilihat bagiamana budaya itu bisa bertahan dan berkembang pada zaman yang modern ini. Pada era globalisasi bagi suatu tradisi sangat berdampak negative karena bisa saja menjadi tradisi yang berkembang ataupun dapat menjadi tradisi yang hilang. Latar belakang diatas menggambarkan bahwa bagaimana masyarakat Juwana mengeksistensikan budaya sedekah laut ini menjadi budaya yang dapat bertahan. Dari peristiwa diatas disini akan memaparkan bagaimana mengeksistensikan tradisi dan memaparkan sejarah tradisi sedekah laut serta bagaimana peranannya masyarakat dalam melaksanakan dan mengupayakan pelestarian dari upacara adat pesisir ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejarah tradisi Sedekah Laut pada masyarakat pesisir Juwana Kabupaten Pati, eksistensi budaya sedekah laut, peranan masyarakat dalam melaksanakan dan upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal Tradisi Sedekah Laut. Pada penelitian ini, menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan hasil pengumpulan data yang dideskripsikan dengan kata-kata tertulis, dalam arti bukan angka sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap fokus pemasalahan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Sejarah sedekah laut di Juwana diawali dengan cerita Rakyat asal usul daerah Juwana. Berkisah tentang Syekh Datung Lodang dan para murid-muridnya. Pelestarian budaya dalam sedekah laut vi i ini meliputi pelestarian menghidupkan kembali cerita rakyat agar generasi muda mengerti makna atas perayaan ini. Sebagai rasa syukur dan khawatir atas kelimpahan ikan dan keselamatan saat melaut. Pelarungan “sesaji” yang digantikan dengan tumpeng ke laut sebagai penghormatan pada laut. Bagi nelayan laut adalah nadi kehidupan ekonomi mereka. Kelestarian laut sangat berkait dengan melimpahnya hasil. Dengan menjalin harmoni dengan lingkungan, khususnya laut, maka kehidupan ekonomi mereka akan terjamin di masa-masa mendatang. Inilah makna-makna di balik perayaan tradisi terkait. Keberadaan tradisi sedekah laut di Juwana mungkin akan terus ada dan tidak mungkin akan hilang apabila seseorang di sana masih mempunyai sugesti atau paradigma mengenai perayaan tersebut. Sedekah laut di Juwana ini mungkin sangat sulit untuk dihilangkan, akan tetapi semakin adanya perkembangan zaman dan teknologi mungkin akan sedikit berubah namun tidak hilang makna dari adanya perayaan tersebut. Keeksistensinya acara ini berhubungan dengan peranan masyarakat pada tradisi sedekah laut ini. Peran yang dibuat oleh masyarakat adalah membuat acara ini menjadi acara yang memikat banyak orang, mulai dari kirab budaya hingga adanya perlombaan Masyarakat memiliki peran penting dalam membuat budaya itu terus hidup atau malah hilang. Karena masyarakat memiliki pikiran, dan pikiran dapat berubah tergantung zaman yang dilalui oleh masyarakat tersebut. Salah satu tugas yang harus diemban oleh para pengelola warisan budaya adalah membantu masyarakat atau menjadi fasilitator dalam proses pemaknaan atau pemanfaatan sumberdaya sesuai dengan keahlian dan pengetahuan, sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan mereka sendiri dengan tepat. Upaya dalam melestarikan Sedekah laut yang ada di Juwana yang memiliki nilai historis akan memaksimalkan dalam melestarikan budaya daerah. Upaya pelestarian secara langsung dan tidak langsung akan tetap diupayakan. Pempublikasikan dalam bentuk foto atau videohanya sebagian kecil usaha yang ditunjukkan lewat teknologi seperti Instagram atau social media lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini eksistensi suatu tradisi dalam era modern ini haruslah diupayakan agar terus bertahan. Bertahannya suatu tradisi didasari oleh tindakan dan upaya masyarakat dan pemerintah. Maka dari itu publikasi dalam bentuk tulisan akan sangat dibutuhkan agar generasi mendatang. Sedekah laut sebagai uri-uri budaya maka pemerintah agar lebih tanggap dalam pembuatan UU untuk dijadikan Desa Wisata dan tanggap terhadap budaya agar budaya kita tidak di klaim oleh negara lain. Saran untuk akademisi adalah sebagai sarana informasi perihal budaya atau sesuatu dalam bentuk sejarah yang dapat di teliti lebih dalam hingga menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi pemerintah dan juga masyarakat. Saran untuk masyarakat agar terus memiliki upaya dan semangat dalam melestarikan budaya di Juwana.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/128/051803901
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.5 Ecology of miscellaneous environments > 577.51 Coastal Ecology
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11290
Text
BAGIAN DEPAN.pdf

Download | Preview
Text
BAB I.pdf

Download | Preview
Text
BAB II.pdf

Download
Text
BAB III.pdf

Download | Preview
Text
BAB IV.pdf

Download | Preview
Text
BAB V.pdf

Download | Preview
Text
BAB VI.pdf

Download | Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item