BKG

Puspitasari, Lisa (2018) Analisis Kelayakan Finansial Kebun Wisata Strawberry (Kasus Di Kebun Wisata Strawberry Highland). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Agrowisata merupakan sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia, karena agrowisata atau wisata pertanian merupakan cara alternatif untuk meningkatkan pendapatan dan menggali potensi ekonomi petani kecil dan masyarakat pedesaan (Husein, 2006). Oleh karena itu, diperlukan suatu pengembangan dalam memfasilitasi kegiatan agrowisata. Menurut Nurisjah (2001), saat ini agrowisata juga dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya lahan pertanian. Kebun Wisata Strawberry Highland merupakan salah satu agrowisata yang terletak di Kabupaten Malang. Selain para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam pegunungan, kebun wisata ini juga memiliki beberapa unit fasilitas wisata yaitu unit kebun yang memiliki memiliki jumlah ±20.000 tanaman strawberry. Unit parkir yang luas serta terdapat saung untuk dijadikan sebagai titik kumpul wisatawan. Selain itu juga terdapat beberapa outlet yang menjual souvenir, makanan serta minuman. Fasilitas lain terdiri dari toilet dan mushola. Banyak masyarakat yang mulai tertarik dengan agrowisata sehingga perlu dilakukan pengembangan agrowisata untuk menambah daya tarik terhadap wisatawan. Pengembangan agrowisata dapat dilihat dari analisis kelayakan finansial usaha. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dengan mengetahui terlebih dahulu arus uang tunai (cashflow) di Kebun Wisata Strawberry Highland yang didapatkan dari perhitungan penerimaan, total biaya dan pendapatan yang kemudian dapat dilakukan analisis kelayakan finansial, meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C Ratio, dan Payback Periode, serta menganalisis sensitivitas di Kebun Wisata Strawberry Highland. Metode penentuan lokasi dan responden dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan bahwa Kebun Wisata Strawberry Highland merupakan salah satu agrowisata di Kabupaten Malang yang harus dikembangkan karena agrowisata tersebut baru berdiri pada tahun 2016. Responden pada penelitian ini adalah manajer keuangan, manajer operasional, staf keuangan, tenaga kerja kebun, tenaga kerja parkir, dan tenaga kerja fasilitas lain. Pemilihan responden tersebut berdasarkan pengetahuan dan keahlian yang spesifik terkait pada bidang masing-masing responden, seperti manajer keuangan yang mengelola tentang analisis biaya, penerimaan, penjualan serta jumlah tenaga kerja. Pada manajer operasional mengelola tentang pengembangan lokasi wisata dan sumber daya manusia. Selain tingkat manajemen, juga diperlukan informasi lapang yang didapatkan dari karyawan, seperti pekerja kebun, pekerja parkir dan penjaga toilet guna mengantisipasi apabila ada ketidakcocokan data dari pihak manajemen dengan karyawan. Pada metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengambilan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif untuk menganalisis cashflow, ii kelayakan finansial dan sensitivitas menggunakan alat analisis Net Present Value, Internal Rate of Return, Net B/C Ratio serta Payback Periode. Hasil perhitungan cashflow didapatkan informasi mengenai besaran biaya, penerimaan, dan pendapatan. Biaya dalam Kebun Wisata Strawberry Highland terdiri dari biaya investasi, biaya tetap, biaya variabel, dan biaya overhead. Biaya investasi yang dikeluarkan sebesar Rp. 734.718.500, biaya tetap yang dikeluarkan sebesar Rp. 13.750.000, biaya variabel yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.205.462.277, biaya overhead yang dikeluarkan sebesar Rp. 411.600, total biaya yang dikeluarkan Rp. 1.219.623.887. Penerimaan yang didapatkan dari Kebun Wisata Strawberry Highland terdiri dari unit kebun, unit parkir, unit outlet dan fasilitas lain. Penerimaan dari unit kebun sebesar Rp. 2.492.055.000, penerimaan dari unit parkir sebesar Rp. 58.375.000, penerimaan dari unit outlet sebesar Rp. 122.700.000, penerimaan dari fasilitas lain sebesar Rp. 15.860.000. Total penerimaan keseluruhan yang didapatkan yaitu Rp. 2.688.990.000. Pendapatan yang didapatkan yaitu melalui dari selisih antara penerimaan dengan biaya. Pendapatan yang didapatkan yaitu Rp. 734.647.623. Hasil analisis kelayakan finansial terdiri dari NPV, IRR, Net B/C Ratio, dan Payback Period. Nilai perhitungan NPV didapatkan Sebesar Rp. 284.816.306 yang mengindikasikan bahwa apabila menginvestasikan modal sebesar Rp. 734.718.500 untuk wisata strawberry maka akan menghasilkan present value sebesar Rp. 284.816.306 yang menandakan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan. Hasil perhitungan IRR diperoleh sebesar 28% hal tersebut mengindikasikan bahwa wisata strawberry yang dijalankan memberikan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan mendepositkan uang tersebut ke bank dengan suku bunga yang berlaku yaitu 13,5%. Maka, wisata strawberry menguntungkan untuk dijalankan. Hasil perhitungan B/C Ratio diperoleh sebesar 1,18 yang menjelaskan bahwa setiap 1 rupiah biaya yang dikeluarkan akan memberikan pendapatan sebesar Rp. 1,18, dan pada perhitungan Payback Periode diperoleh hasil sebesar 3 tahun 9 bulan yang mengindikasikan bahwa wisata strawberry dapat mengembalikan modal selama 3 tahun 9 bulan. Analisis sensitivitas digunakan untuk mengantisipsi resiko yang akan terjadi apabila terdaapat perubahan ataupun kesalahan dalam perhitungan biaya atau benefit yang ada pada usaha pertanian. Hasil analisis sensitivitas Kebun Wisata Strawberry Highland terhadap kenaikan biaya bahan baku 10% memperoleh hasil NPV yaitu Rp. 129.974.231 arti dari nilai tersebut adalah saat usaha menanamkan modal sebanyak Rp. 734.718.500 maka akan menghasilkan present value sebesar Rp. 129.974.231 yang menandakan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan, IRR sebesar 20% mengindikasikan bahwa nilai modal yang ditanamkan untuk kegiatan wisata strawberry akan memberikan return sebesar 20% dibandingkan dengan mendepositkan uang tersebut di bank. Nilai tersebut dikatakan layak untuk dijalankan karena memiliki nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang telah ditetapkan dan Net B/C Ratio sebesar 1,07 artinya setiap satu rupiah modal yang digunakan dalam wisata strawberry akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,07. Hasil analisis sensitivitas penurunan penerimaan tiket masuk 10% memperoleh hasil Net Present Value yaitu Rp. 101.492.601 Arti dari nilai npv tersebut adalah pada saat usaha buah strawberry menanamkan modal sebanyak Rp. 734.718.500 maka akan menghasilkan present value sebesar Rp. iii 101.492.601 yang menandakan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan. Karena NPV bernilai positif, Internal Rate of Return sebesar 19% Nilai IRR dikatakan layak untuk dijalankan karena memiliki nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang telah ditetapkan yaitu 13,50%, dan Nilai Net B/C Ratio yang diperoleh sebesar 1,06 artinya setiap satu rupiah modal yang digunakan dalam wisata strawberry akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,06. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil analisis kelayakan finansial ini menunjukkan bahwa Kebun Wisata Strawberry Highland layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Hal tersebut dapat dilihat dari biaya investasi yang dikeluarkan cukup tinggi tetapi penerimaan yang didapatkan tinggi sehingga Kebun Wisata Strawberry Highland tidak mengalami kerugian dan dinyatakan layak melalui analisis kelayakan finansial yang telah memenuhi kriteria. Sehingga, dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada pemilik tempat wisata sebagai dasar pertimbangan untuk pengembangan Kebun Wisata Strawberry Highland agar penerimaan yang didapatkan meningkat dan dapat dijadikan rekomendasi kepada investor lain yang ingin mendirikan tempat wisata baru berbasis pertanian. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini yaitu, inovasi wisata seperti dilakukannya branding wisata di Kabupaten Malang terhadap masyarakat, salah satunya yaitu adanya dukungan finansial agar wisata yang ada di Kabupaten Malang tidak merugi ataupun layak untuk dijalankan, dan perlu adanya pengembangan Kebun Wisata Strawberry Highland agar penerimaan yang dihasilkan semakin meningkat seperti perluasan lahan sehingga buah strawberry yang dihasilkan melimpah, penambahan edukasi budidaya strawberry, serta meningkatkan promosi.

English Abstract

Agro tourism is an important sector in the Indonesian economy, because agrotourism or agricultural tourism is an alternative way to increase income and potential people (Husein, 2006). Therefore, it needs a development in agro-tourism activities. According Nurisjah (2001), nowadays agro-tourism is also developed to maintain environmental sustainability and agricultural land resources. This can be reflected in the growing tourist sites taking into account the impact on sustainable environmental conservation. Kebun Wisata Strawberry Highland is one of agrotourism located in Malang Regency. In addition to the tourists can enjoy the natural scenery of the mountains, this tourist garden also has several units of tourism facilities that have a garden unit has a number of ± 20,000 strawberry plants. Parking units are spacious and there are saung to serve as a tourist gathering point. There are also several outlets selling souvenirs, food and drinks. Other facilities consist of toilets and musholla. Many people are getting interested in agro tourism so it needs to be done agro-tourism to add attraction to tourists. Development of agro-tourism can be seen from the analysis of business financial feasibility. In line with this, this study aims to analyze the financial feasibility by knowing first cash flow (cashflow) in Strawberry Highland Tourism Garden obtained from the calculation of revenue, total cost and income that can then be performed financial feasibility analysis, including Net Present Value ( NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B / C Ratio, and Payback Periods, as well as analyzing sensitivity at the Strawberry Highland Tourist Garden. The method of determining the location and the respondent is done purposively by considering that the Strawberry Highland Tourism Garden is one of agro tourism in Malang Regency that must be developed because the agro tourism is only established in 2016. The respondents are financial manager, operational manager, finance staff, labor gardens, parking manpower, and other facility labor. The selection of respondents is based on specific knowledge and expertise related to the respective fields of respondents, such as financial managers who manage about cost analysis, acceptance, sales and employment. In operational managers manage about the development of tourist sites and human resources. In addition to the management level, field information is also required from employees, such as garden workers, parking workers and toilet guards to anticipate if there is a mismatch of data from the management with employees. In the data collection method using interviews and secondary data collection. This research uses descriptive statistical analysis method to analyze cashflow, financial feasibility and sensitivity using Net Present Value, Internal Rate of Return, Net B / C Ratio and Payback Period. Cashflow calculation results obtained information about the amount of cost, revenue, and income. The costs in the highland strawberry tourism park consist of investment costs, fixed costs, variable costs, and overhead costs. Investment costs incurred by Rp. 734.718.500, fixed costs incurred by Rp. 13.750.000, variable cost incurred by Rp. 1.205.462.277, the overhead cost incurred is Rp. 411.600, total cost incurred 1.219.623.887. Receipts obtained from strawberry highland tourist parks consist of garden units, parking units, v outlet units, and other facilities. Revenue from the garden unit is as big as Rp. 2.492.055.000, reception of parking units of Rp. 58.375.000, acceptance of outlet units of Rp. 122.700.000, receipts from other facilities amounted to Rp. 15.860.000. Total overall acceptance is obtained that is Rp. 2.688.990.000. Revenue earned is through the difference between receipt and cost. Income earned is Rp. 734.647.623. The results of financial feasibility analysis consist of NPV, IRR, Net B / C Ratio, and Payback Period. NPV calculation value obtained Rp. 564.816.306 which indicates that if invested capital of Rp. 454.718.500 for strawberry tour will result in a present value of Rp. 564.816.306 which indicates that this business is feasible to be developed. IRR calculation results obtained by 28% it indicates that strawberry tours are run to provide lower income compared with depositing the money to the bank with the prevailing interest rate of 13.5%. Thus, strawberry tour is not profitable to run. The result of calculation of B / C Ratio obtained equal to 1,44 which explains that every 1 rupiah expense will give income equal to Rp. 1,44, and on Payback Period calculation obtained results of 3 years 9 months indicating that strawberry tours can return capital for 3 years 9 months. Sensitivity analysis is used to anticipate the risk that will occur if terdaapat changes or errors in the calculation of costs or benefits that exist in agricultural business. The result of sensitivity analysis of Strawberry Highland Garden to the increase of raw material cost 10% to get NPV result that is Rp. 129.974.231 the meaning of the value is when the effort to invest as much as Rp. 734.718.500 it will produce a present value of Rp. 129.974..231 indicating that the business is unfeasible to run, since receipts earned in 2020 assessed from now are lower than investment costs, an IRR of 20% indicates that the value of capital invested for strawberry tourism activities will provide a return of 20% compared with depositing the money in the bank. The value is said not feasible to run because it has an IRR value is smaller than the predetermined interest rate and Net B / C Ratio of 1,07 means that every one dollar capital used in strawberry tours will earn revenue of Rp. 1,07. The results of the sensitivity analysis of the decrease in admission ticket 10% to obtain results Net Present Value of Rp. 101.492.601 The meaning of the value of npv is when the business of strawberry fruit invested as much as Rp. 734.718.500 it will produce a present value of Rp. 101.492.601 indicating that this business is not worth developing. Since the revenues earned in 2020 are assessed from now on lower than the investment cost, the Internal Rate of Return for five years is 19% while each year is 3,5% IRR value is said not feasible to run because it has IRR value lower than the level the determined interest rate is 13,50%, and the Net B / C Ratio obtained by 1,06 means that every one dollar capital used in strawberry tours will earn revenue of Rp. 1,06. Based on the results of the research, it can be concluded that the results of this financial feasibility analysis indicate that Strawberry Highland Tourism Garden is not feasible to run and developed. It can be seen from the high investment cost but the received revenue is not high so the Strawberry Highland Tourism Garden suffers losses and is declared unfeasible through a financial feasibility analysis that meets the criteria. Thus, it can be used to provide information to the owner of the sights as a basis for consideration for the vi development of Strawberry Highland Tourism Garden in order to increase the acceptance obtained and can be recommended to other investors who want to establish a new agricultural based tourist attractions. Suggestions that can be given in this research that is, tourism innovation like doing branding tour in Regency of Malang to society, one of them is existence of financial support for existing tourism in Malang regency not losses or feasible to run, and need development of Strawberry Highland Tourism Garden revenue generated increasingly such as land expansion so strawberries produced abundant, the addition of strawberry cultivation education, as well as increasing promotion.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/140/051802615
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 634 Orchards, fruits, forestry > 634.7 Berries and herbaceous tropical and subtropical fruits > 634.75 Strawberries
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11262
Text
Bagian Depan.pdf

Download | Preview
Text
BAB I.pdf

Download | Preview
Text
BAB II.pdf

Download | Preview
Text
BAB III.pdf

Download | Preview
Text
BAB IV.pdf

Download | Preview
Text
BAB V.pdf

Download | Preview
Text
BAB VI.pdf

Download | Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item