BKG

Iswara, Henrikus Rico Adhi (2018) Respons Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Pada Sistem Tumpangsari Dengan Selada (Lactuca Sativa L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing Dan Em4. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi untuk meningkatkan gizi keluarga. Peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat sayur-sayuran dalam memenuhi gizi keluarga dan peningkatan jumlah penduduk semakin meningkatkan permintaan buah terung. Upaya untuk meningkatkan produksi terung dapat melalui pengelolaan hara terpadu dan sistem tanam yang tepat. Pemanfaatan pupuk organik seperti pupuk kandang dapat meningkatkan ketersediaan hara makro dan mikro bagi tanaman. Pemberian pupuk kandang kambing dapat meningkatkan serapan hara tanaman melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Aplikasi Effective Microorganism 4 (EM4) dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara melalui pemanfaatan mikroorganisme yang hidup di dalam tanah serta mempercepat proses dekomposisi dan fermentasi bahan organik sehingga unsur hara dalam bahan organik akan cepat tersedia dan dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman. Salah satu penyebab rendahnya produksi tanaman terung di Indonesia ialah serangan OPT. Pengendalian hama pada tanaman terung dapat dilakukan melalui penanaman secara tumpangsari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 pada tanaman terung yang ditanam secara sistem tumpangsari dengan selada. Serta mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 yang sesuai sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang ditanam secara sistem tumpangsari dengan selada. Hipotesis dari penelitian ini adalah aplikasi pupuk kandang kambing dan EM4 dengan dosis dan konsentrasi yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada sistem tumpangsari dengan selada. Aplikasi pupuk kandang kambing dengan dosis yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada sistem tumpangsari dengan selada. Inokulasi EM4 pada konsentrasi yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada sistem tumpangsari dengan selada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pada bulan Maret hingga Agustus 2017. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkul, tugal, tray pembibitan, gembor, sprayer, ember, penggaris, gelas ukur, meteran, jangka sorong, timbangan, oven, kamera digital, LAM dan alat tulis. Bahan yang digunakan benih terung varietas Hijau Kuat S706 dan selada varietas Grand Rapids, pupuk kandang kambing, NPK, herbisida, insektisida, fungisida, mulsa plastik hitam perak, ajir, bambu penghubung, papan label, serta tali. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor, yaitu dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4. Dosis pupuk kandang kambing terdiri atas 3 taraf, yaitu K1 = 10 ton ha -1, K2 = 20 ton ha-1 dan K3 = 30 ton ha-1. Konsentrasi EM4 terdiri atas 4 taraf, yaitu E0 = 0 ml, E1 = 10 ml/l, E2 = 15 ml/l dan E3 = 20 ml/l. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga menghasilkan perlakuan sebanyak 36 petak. Pengamatan dibagi menjadi dua, yaitu pengamatan pertumbuhan dan pengamatan panen. Pengamatan pertumbuhan terdiri dari pengamatan secara non destruktif dan destruktif. Pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Pengamatan destruktif meliputi, bobot kering per tanaman dan luas daun. Pengamatan panen meliputi jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per ha, diameter buah per buah dan panjang buah per buah. Perhitungan NKL (Nisbah Kesetaraan Lahan) dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi penggunaan lahan. Data pengamatan yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui ada tidaknya interaksi maupun pengaruh nyata dari perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perbedaan yang nyata (F hitung > F tabel 5%) maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan pemberian dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 pada pengamatan parameter luas daun umur 120 hst. Pemberian dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak dan bobot buah per ha. Hasil terbaik secara umum didapatkan dari pemberian dosis pupuk kandang 30 ton ha-1.dan konsentrasi EM4 sebesar 20 ml/l pada setiap parameter pengamatan.

English Abstract

Eggplant is the one of vegetables that consumed to improving family nutrition. Increasing awareness about the benefits of vegetable to fulfill family nutrition and increasing population effect on increasing demand for eggplant. To overcome this case an effort has been selected, that is through nutrient management and also planting system. Utilization of organic fertilization such as goat manure could improve either macronutrient or micronutrient availability for plant. Application of goat manure could improve nutrient uptake by plant through improvement the physical, chemical, and biological soil. Furthermore, application of EM 4 could improve nutrient availabality through utilization of microorganism in the soil and accelerate the decomposiciton process and fermentation of organic matters, so plant nutrient availabality. Causes the low production of eggplant in Indonesia is pest and disease. Intercropping system is the one of planting system that used as pest management on eggplant. The objectives of the research are to know the effect of various goat manure dosage and EM4 concentration on eggplant that planted with lettuce by intercropping system and to find out the suitable dosage of goat manure and em4, therefore it can increase growth and yield on eggplant that planted with lettuce by intercropping system. The hypothesis is there are interaction between application of suitable goat manure dosage and em4 concentration can increase growth and yield on eggplant as main crop with lettuce by intercropping system. Application of goat manure with suitable dosage can increase growth and yield on eggplant as main crop with lettuce by intercropping system. Application of goat manure with suitable dosage can increase growth and yield on eggplant as main crop with lettuce by intercropping system. This research was conducted in Wonomulyo village, Tumpang subdistrict, Malang regency on March 2017 until August 2017. The equipment that required are hoe, tugal,nursery tray, watering can, sprayer, bucket, ruler, glass measurement, tape measurement, caliper, analytic scale, oven, camera, LAM, and stationery. The materials that required are seed of eggplant hijau kuat s706 var., seed of lettuce Grand rapid var., goat manure, NPK, herbicide, insecticide, fungicide, mulch, bamboo, board, rope. The method that used is Randomized Block Design Factorial (RBDF) with two factors and three replications. First factor is goat manure dosage, consist of three levels are K1 = 10 ton ha -1, K2 = 20 ton ha-1 dan K3 = 30 ton ha-1. Second factor is em4 concentration, consist of four levels are E0 = 0 ml, E1 = 10 ml/l, E2 = 15 ml/l dan E3 = 20 ml/l. Combining first factor and second factor produce twelve combinations with three replication, so produces 36 plot treatment. Observation divided into two. First is growth consist of non – destructrive and destructive and second is harvest. Non – destructrive observation consist of Plant height (cm), Number of leaf per plant, and Stem diameter (mm). Destructive observation consist of Leaf area (dm2) and Dry weight per plant (g). The harvest observation Number of fruit per Plant, Weight of fruit per plant (kg), Weight of fruit (g),Weight of fruit per ha (ton), Fruit lenght (cm), and Fruit diameter (cm). Land equivalent ratio is needed to know efficiency of land use. Observational data analyzes using analysis of variance (F test) at 5 % level to determine the effect of the combination both of treatment. Analysis of variance result will be followed by Honestly Significant Difference (HSD) test at 5 % level to find out the differences between treatments. The result shows that there is an interaction between goat manure dosage and em4 consentration on leaf area on 120 days after plant. Application of goat manure and em 4 concentration effect on number of fruit per plant, weight fruit per plant, weight fruit per plot, and yield. The best yield is on the application 30 tons ha-1 of goat manure and 20 ml/l em4 on each observation.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/168/051802874
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.6 Edible garden fruits and seeds > 635.64 Other garden fruits > 635.646 Eggplants
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11068
Text
Bagian depan pdf.pdf

Download | Preview
Text
Bab 1 pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 2 pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 3 pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 4 pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 5 pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
DAFTAR PUSTAKA pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item