BKG

Stiawati, Leni (2016) Legenda Lembu Suro Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Legenda adalah cerita kuno yang berhubungan dengan sejarah atau kejadian alam serta dianggap benar-benar terjadi oleh penuturnya. Legenda tersebut bercampur dengan unsur-unsur fantasi yang memiliki fungsi sebagai hiburan dan edukasi. Selain itu, legenda juga berisi pesan dan nilai budaya. Legenda Lembu Suro adalah salah satu legenda yang sering dikaitkan oleh masyarakat dengan terbentuk dan meletusnya gunung Kelud berdasarkan dari kepercayaan masyarakat khususnya Kediri. Penulis menjadikan legenda Lembu Suro sebagai inspirasi penciptaan karya seni lukis. Penulis akan melakukan perubahan jenis kesenian, menjadi jenis kesenian lain (alih wahana) yakni legenda Lembu Suro yang merupakan sastra lisan menjadi karya seni lukis sesuai dengan imajinasi, ilustrasi dan interpretasi penulis. Penulis menggunakan metode yang dikemukakan oleh Hawkins dalam buku “Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa” ada beberapa tahapan dalam menciptakan sebuah karya seni yakni eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan dalam proses penciptaan. Hasil dari tugas akhir ini yakni tujuh adegan lukisan yang berjudul “Lembu Suro, Mahesa Suro dan Dewi Kilisuci”, “tangan ringan kaki”, “pagar makan tanaman”, “sayembara”, “strong”, “penghianat” dan “sumpah”. Ketujuh lukisan menggunakan teknik blok, setiap lukisan berisi pesan dan nilai budaya sebagai alternatif atau prespektif baru dalam penciptaan karya seni lukis.

English Abstract

Legend is a traditional story that has relation toward history or natural phenomena which is reputed really happened by the teller. The legend has combined with fantasy and has some functions such as entertainment, education, message, and cultural value. The Legend of Lembu Suro, in the society, especially Javanese, has always be related with the formed and the eruption of Kelud Mount. The writer decides the legend of Lembu Suro as the inspiration of Creating Paint Art. The writer changes mode from one art mode into another art mode (shift mode), that is from writing literature, which is the art form of the legend of Lembu Suro, into painting mode appropriate with the writer’s imagination, illustration, and interpretation. The writer uses method presented by Hawkins in a book entitle “Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa”, there are several steps in creating work art, and those are exploration, improvisation, and forming in creating process. The results of this study are seven paintings art entitled: “Lembu Suro, Mahesa Suro, dan Dewi Kilisuci”, “Cepat Tangan Ringan Kaki”, “Pagar Makan Tanaman”, “Sayembara”, “Strong”, “Penghianat”, and “Sumpah”. Those seven paintings used blok technique. Each painting has message and cultural value as a new alternative and perspective in painting work art.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2016/745/051612679
Subjects: 700 The Arts
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Seni Rupa Murni
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/102673
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item