BKG

Wulandari, Inayah (2016) Konflik Pelaksanaan Land Reform Tahun 1960-1965 Pada Kumpulan Cerpen Laporan Dari Bawah “Sehimpunan Cerita Pendek Lekra Harian Rakjat 1950-1965”. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Land Reform merupakan perombakan atau penataan ulang dalam struktur dan penguasaan tanah, yang mencakup pelaksanaan undang-undang UUPA dan UUPBH. Munculnya Land Reform sejak tahun 1960-1964 menjadi penyebab konflik antara tuan tanah dan petani. Konflik ini terjadi disebabkan karena adanya kecurangan yang dilakukan oleh tuan tanah dan timbulnya kesadaran petani tentang penghisapan yang dilakukan oleh tuan tanah. Tujuan dari penelitian ini meliputi (1) menjelaskan tentang penyebab timbulnya konflik Land Reform (2) menguraikan bentuk-bentuk perlawanan pada pelaksanaan Land Reform. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, mengenai fenomena yang terjadi dalam kumpulan cerpen Laporan Dari Bawah: Sehimpunan Cerita Pendek Lekra Harian Rakjat 1950-1965. Data berupa kutipan dari percakapan tokoh yang menggambarkan kondisi umum petani, penyebab timbulnya konflik, pihak-pihak yang terlibat konflik dan akibat timbulnya konflik. Teknik pengumpulan data menggunakan Purposive sampling dengan menentukan keriteria, yang berkaitan dengan permasalahan Land Reform, mencakup UUPA dan UUPBH yang terjadi tahun 1960-1965,sehingga terpilih 9 cerpen yang berjudul Boyolali, Pak Ibarahim dan Transfusi, Dua Kemenangan, Paman, Segel’59, Trisik, Bibi Kerti, Pengadilan Tani, dan Raden Mas Sularto. Metode analisi yang digunakan yaitu analisis isi. Temuan penelitian ini meliputi (1) kondisi umum petani digambarkan sebagai (a) petani miskin, (b) petani upah rendah, dan (c) petani korban penjarahan. (2) timbulnya konflik pelaksanaan Land Reform disebabkan karena adanya kecurangan tuan tanah, yang meliputi: (a) ketimpangan pembagian hasil, (b) manipulasi kepemilikan tanah, (c) kecurangan praktik sewa tanah, (d) media penyulut konflik yaitu melalui propaganda dan agitasi. (3) pihak-pihak yang terlibat dalam konflik adalah tuan tanah, yang merupakan kelompok pemilik, yang menentukan berjalannya sistem produksi. Kelompok petani merupakan kelompok yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan melakukan pekerjaan kepada tuan tanah, sedangkan buruh tani adalah kelompok yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan dari tuan tanah. (4) akibat konflik disebabkan karena adanya aksi perlawanan petani meliputi: (a) aksi penjarahan, (b) aksi turun sewa, (c) aksi naik upah, (d) aksi kesadaran politik, dan (e) aksi pemertahanan tanah. Penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi pada cerpen tersebut, dapat meminimalisir terjadinya konflik tanah di masyarakat.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2016/536/051607845
Subjects: 400 Language > 499 Non-Austronesian languages of Oceania, Austronesian languages, miscellaneous languages > 499.22 Malayo-Polynesian languages of Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, East Timor; Chamic languages > 499.221 Indonesian (bahasa Indonesia)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/102438
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item