BKG

Khoerunnisa, Hani (2016) Tindak Tutur Asertif Anak Usia Prasekolah Di TK Angkasa Tasikmalaya Tahun Ajaran 2015/2016. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Interaksi sosial yang dilakukan oleh anak tidak hanya melatih kaidah linguistiknya akan tetapi menghasilkan penggunaan kalimat-kalimat secara tepat. Hal ini, menunjukkan bahwa dalam proses perkembangan berkomunikasinya, anak mulai mempelajari secara bertahap tindak tutur bersama mitra tuturnya. Salah satunya tindak tutur asertif yang merupakan jenis tindak tutur yang menyatakan apa yang diyakini penutur atau dapat dikatakan tuturan yang dilakukan penutur untuk menyatakan suatu keadaan yang sebenarnya sehingga penutur terikat pada kebenaran yang diungkapkannya. Anak yang dimaksudkan adalah anak usia prasekolah dengan rentangusia 5-6 tahun yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif anak usia prasekolah dari segi bentuk tuturan, fungsi tuturan, dan strategi tuturan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang lazim digunakan dalam penelitian percakapan, dengan orientasi kajian pragmatik teori tindak tutur. Data penelitian ini berupa tindak tutur asertif anak usia prasekolah yang diperoleh dari percakapan lisan bahasa Indonesia murid kelas B1 di Taman Kanak-Kanak Angkasa Tasikmalaya. Data penelitian ini dikumpulkan melalui penelitian lapangan yang melibatkan peneliti sebagai observasi partisipan dengan bantuan alat perekam berupa ponsel dan kamera DSLR. Analisis data dilakukan dengan mentranskripsi rekaman percakapan lisan menjadi tulisan, mengidentifikasi, mengklasifikasi, membuat pengkodean, dan mengevaluasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak usia prasekolahmemakai ketiga bentuk kalimat secara konvensional yaitu, bentuk deklaratif yang lebih sering digunakan,bentuk interogatif, dan bentuk imperatif digunakan secara seimbang. Dari segi fungsi tindak tutur asertif yang sudah diklasifikasikan ke dalam lima fungsi menunjukanbahwa anak sudah melakukan semua fungsi yaitu, fungsi berpendapat, melaporkan, menegaskan, berbohong dan mengeluh. Fungsi melaporkan yang mendominasi fungsi tindak tutur asertif anak. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa anak usia prasekolah menggunakan keenam strategiuntuk melakukan tindak tutur, yaitu Starategi referensi, cakupan objek, perluasan, cakupan kategori, nama baru-kategori tak bernama, dan konvensionalitas. Strategi referensi merupakan strategi yang sering digunakan anak untuk melakukan komunikasi dengan mitra tuturnya. Hal ini disebabkan karena cara berpikir anak usia prasekolah masih konkret dan selalu mengungkapkan apa yang dipikirkannya, apa yang dilihatnya, dan apa yang sedang dikerjakannya.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2016/509/051607818
Subjects: 400 Language > 499 Non-Austronesian languages of Oceania, Austronesian languages, miscellaneous languages > 499.22 Malayo-Polynesian languages of Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, East Timor; Chamic languages > 499.221 Indonesian (bahasa Indonesia)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/102409
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item