BKG

Kuswoyo, RachmawatiAyu (2016) Struktur Semantik Leksikal Verba Denomina Afiks Me-/-Kan Bermakna Kausatif Dalam Bahasa Indonesia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa aglutinatif. Sebagai bahasa aglutinatif bahasa Indonesia banyak mengalami proses perekatan morfem pada akar kata (leksem) yang sering disebut dengan afiksasi. Salah satu afiks yang produktif adalah afiks me-/-kan. Afiks tersebut mengalami dua proses perekatan, yaitu kombinasi afiks dan konfiks. Proses tersebut juga melibatkan proses derivasional yang relevan dengan tipe bahasa aglutinatif. Dalam proses ini, terjadi perubahan lapisan makna yang dapat direpresentasikan melalui struktur dekomposisi predikat dan dilanjutkan menjadi struktur semantik leksikal. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu bagaimana struktur semantik leksikal dan kaidah verba kausatif denomina pada proses kombinasi afiks me-/D/-kan dan konfiks me-D-kan. Sumber data yang digunakan adalah KBBI edisi keempat, sedangkan data penelitian ini berupa lema dan sublema KBBI edisi keempat yang mengalami proses afiksasi me-/-kan terutama verba denomina bermakna kausatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung serta teknik perluasan. Hasil penelitian ini tiga poin antara lain: (i) terdapat tiga puluh struktur semantik leksikal yang mengalami proses kombinasi afiks me-/D/-kan sehingga membentuk tujuh kaidah yang terdiri dari dasar leksikal keadaan bentuk, fungsional, pikiran, situasi, status, orang, dan sikap. (ii) pada proses konfiks afiks me-D-kan menghasilkan empat puluh tiga struktur semantik leksikal dan membentuk enam kaidah dengan dasar leksikal keadaan bentuk, fungsional, pikiran, situasi, status, dan waktu. (iii) Oleh karena itu, untuk membentuk verba kausatif denomina dengan kategori fungsi semantik afiks me-/-kan “menyebabkan menjadi”, yaitu delapan kaidah. Kaidah tersebut dengan makna leksikal dasar, (1) keadaan bentuk, (2) keadaan fungsional, (3) keadaan pikiran, (4) keadaan situasi, (5) keadaan status, (6) keadaan sikap, (7) keadaan aktivitas orang/hewan, dan (8) keadaan penentuan waktu.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2016/447/051607670
Subjects: 400 Language > 499 Non-Austronesian languages of Oceania, Austronesian languages, miscellaneous languages > 499.22 Malayo-Polynesian languages of Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, East Timor; Chamic languages > 499.221 Indonesian (bahasa Indonesia)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/102339
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item