BKG

Rahayu, EkaPuji (2016) Resistensi Identitas Tokoh Dewi Ayu dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada masa kolonial, keturunan berdarah campuran atau yang biasa disebut Kaum Indo-Eropa merupakan salah satu golongan yang tersisih dari kehidupan masyarakat Belanda maupun Indonesia pada masa itu. Krisis Identitas dialami oleh anak keturunan campuran ketika dihadapkan oleh dualisme budaya Barat dan Timur. Sebagai sosok yang ambigu, mereka berusaha mencoba untuk mendefinisikan status serta posisi dengan menimbang kondisi psikologis, sosial, dan budaya, hal itu tidak didasarkan pada kondisi biologis yang di miliki. Usaha itulah yang menjadi acuan Kaum Indo-Eropa untuk menegaskan jati diri dengan mempertahankan identitas agar dapat diterima dan diakui di masyarakat. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dan menggunakan Dewi Ayu sebagai subjek kajian. Dewi Ayu sebagai tokoh utama berusaha mempertahankan identitas menjadi orang Indonesia. Objek kajian menggunakan Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan Teori poskolonialisme untuk mengetahui bentuk pertahanan identitas yang dilakukan oleh tokoh sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa tokoh berdarah campuran mempunyai kecenderungan melakukan pemertahanan identitas untuk memperjuangkan hak-hak, kebebasan dan pengakuan ketika merasa diragukan identitasnya oleh tokoh-tokoh Belanda pada masa penjajahan maupun tokoh Indonesia setelah kemerdekaan. Resistensi ini ditunjukkan melalui sikap berontak ketika ingin diberadabkan, peneguhan jati diri, dan perlawanan identitas ketika menolak untuk hidup menjadi bangsa Barat, sebagai respon atas ketertindasan yang dialami oleh tokoh utama terhadap kekuatan kolonial. Karena menurut novel ini, ketertindasan bersumber dari kolonial itu sendiri. Identitas yang dimiliki tokoh utama adalah motor penggerak resistensi, hal itu sengaja dimunculkan sebagai bentuk pemertahanan diri, ketika ada dorongan kuat untuk menjadi sebuah bagian dari masyarakat yang universal tanpa adanya ganguan atau ancaman dari pihak lain.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2016/440/051607664
Subjects: 400 Language > 499 Non-Austronesian languages of Oceania, Austronesian languages, miscellaneous languages > 499.22 Malayo-Polynesian languages of Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, East Timor; Chamic languages > 499.221 Indonesian (bahasa Indonesia)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/102332
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item