BKG

Setyorini, Dwi (2016) Peningkatan Kemampuan Berbicara Menggunakan Model Time Token Arends Pada Siswa Kelas X-A Sma Pgri Batu. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Berbicara menyampaikan kritik merupakan salah kompetensi dasar yang diajarkan pada kelas X SMA. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diketahui bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah. Hal tersebut dikarenakan siswa pasif selama pembelajaran dan kurang berani berbicara di depan kelas, serta guru yang kurang bervariasi dalam menggunakan metode pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara dengan menerapkan model Time Token Arends (TTA) pada siswa kelas X-A SMA PGRI Batu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model spiral Kemmis dan Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peneliti sebagai pelaksana pembelajaran dan siswa dengan jumlah 20 yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan kelas X-A SMA PGRI Batu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, catatan lapangan, dokumentasi, angket, dan tes dalam bentuk lisan. Analisis data proses pembelajaran berbicara dalam menyampaikan kritik dan aktivitas belajar siswa dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu menjabarkan hasil observasi dari kegiatan proses belajar siswa. Data hasil praktik menyampaikan kritik siswa dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis penilaian pada faktor kebahasaan dan nonkebahasaan pada kegiatan setiap siklusnya kemudian mengoreksi dan memberikan skor dengan memperhatikan rubrik penilaian yang telah dibuat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan berbicara siswa dalam menyampaikan kritik di kelas X-A SMA PGRI Batu. Persentase ketercapain KKM siswa dalam berbicara menyampaikan kritik pada studi pendahuluan mencapai 25% dan masih kurang dari batas ketuntasan minimal yang ditetapkan. Persentase ketercapain KKM siklus I sebesar 55%. Hal ini juga masih kurang dari batas ketuntasan minimal yang ditentukankan. Pada siklus II Persentase ketercapain KKM mencapai 90% dan sudah mencapai target batas minimal ketuntasan klasikal yang ditetapkan yakni 70%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Time Token Arends dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X-A SMA PGRI BATUBatu dalam materi menyampaikan kritik.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2016/360/051607423
Subjects: 400 Language > 499 Non-Austronesian languages of Oceania, Austronesian languages, miscellaneous languages > 499.22 Malayo-Polynesian languages of Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, East Timor; Chamic languages > 499.221 Indonesian (bahasa Indonesia)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/102244
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item